Berita Bola : Penundaan Turnamen Piala Gubernur Kaltim Bukan karena Dana

Penundaan Turnamen Piala Gubernur Kaltim Bukan karena Dana

Pundisports.com – Berita bola : Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Zuhdi Yahya menjelaskan alasan menunda turnamen bukan soal dana. Namun, panpel melihat respons kepada turnamen belum mendapat tanggapan positif.

“Soal pendanaan turnamen sudah tidak ada masalah, karena perusahaan lokal yang ada di Kaltim telah memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan turnamen ini,” kata Zuhdi.

Zuhdi mengatakan, panpel sebenarnya bisa melaksanakan turnamen memperingati HUT ke-59 Pemprov Kaltim tersebut sesuai jadwal semula pada 6 Februari 2016, tetapi gebyar turnamen dianggap masih kurang, karena berbenturan dengan turnamen sepak bola lainnya.

“Pada bulan Februari ada turnamen Piala Bung Karno, Piala Bhayangkara dan Piala Wali Kota Padang. Selain itu, kami juga belum sepakat soal siaran langsung dengan stasiun televisi terkait tayangan pertandingan,” sambungnya.

Menurut Ketua Umum KONI Kaltim itu, panpel telah melayangkan surat resmi penundaan Piala Gubernur Kaltim kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), Tim Transisi dan juga 11 klub peserta.

“Gubernur Kaltim selaku ‘steering committe’ juga telah mengirimkan surat penundaan kepada Menpora pada 25 Januari lalu,” tambahnya.

Ia memastikan bahwa panitia daerah tetap serius untuk menggelar Piala Gubernur Kaltim. Adapun, penundaan jadwal menjadi 5 – 27 Maret 2016, semata-mata untuk penyempurnaan penyelenggaraan.

“Masih banyak yang harus kita benahi, seperti stadion tempat pertandingan. Panpel rencananya menggunakan empat stadion, yakni Stadion Utama Palaran dan Stadion Segiri di Samarinda, Stadion Persiba di Balikpapan, dan Stadion Aji Imbut di Tenggarong, Kutai Kartanegara,” tegas Zuhdi.

Mengenai sumber pendanaan turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp3,5 miliar itu, Zuhdi memastikan penyelengaraan Piala Gubernur Kaltim tidak akan menggunakan dana APBD, karena semuanya murni dari sponsor atau swasta.

“Nanti setelah semua dana terkumpul akan kita beberkan datanya, karena kami memang ingin transparan soal dana dan tidak ada yang kita tutup-tutupi,” urainya. (Ant)