Berita Bola : Selama di Palermo, Zamparini Mengaku Sudah Kehilangan Rp 1,5 T

Zamparini Mengaku Sudah Kehilangan Rp 1,5 T

Pundisports.com – Berita Bola : Presiden Palermo Maurizio Zamparini menyatakan memang sedang mencari investor asing. Ia juga mengaku sudah membuang Rp 1,5 triliun (100 juta euro) selama di klub itu.

Zamparini, yang mulai berkuasa di Palermo sejak 2002, dalam beberapa kesempatan sudah menyatakan niatnya untuk menjual klub Serie A tersebut.

Lewat tulisan di laman web situs resmi Palermo, pria yang saat ini sudah memasuki usia pertengahan 70-an itu kemudian menjawab sebuah surat dari seorang penggemar untuk meluruskan tudingan terhadapnya.

“Dear penggemar, saya sudah membaca pesan Anda yang sarat berisikan hal tidak benar karena tentu saja kalian mendengarnya dari media olahraga. Ketika saya tiba Palermo adalah sebuah klub yang banyak utang, nyaris bangkrut. Sejak itu atas nama hasrat dan kecintaan terhadap sepakbola, setiap tahun saya harus menyuntikkan dana baru untuk menutupi kerugian. Sampai hari ini jumlahnya sudah 100 ribu euro, uang yang takkan pernah saya lihat lagi,” sebut Zamparini.

“Melego Paulo Dybala tahun ini membuat saya menutupi kerugian 35 juta euro yang takkan bisa saya talangi. Sama halnya dengan penjualan pemain sebelumnya seperti Andrea Barzagli, Amauri, Edinson Cavani, Javier Pastore, Abel Hernandez, pemain yang saya temukan dan beli. Begini, di Palermo hari ini gaji tertinggi dimiliki Franco Vazquez dengan 1,5 juta per tahun, dengan gaji rata-rata 1 juta euro.”

“Setiap tahunnya Palermo mendapat sekitar 50 juta euro per tahun dibandingkan 350 juta euro di Juventus, 280 juta euro untuk AC Milan dan Inter Milan, 200 juta euro buat AS Roma dan Napoli. Di Palermo, Dybala dapat 0,8 juta euro per tahun. Di Juventus ia mendapat 5 juta euro. Ini kenapa pemain top meninggalkan Palermo; kami menutupi biaya menjalankan klub dan mereka ingin ke klub lebih besar dan mendapat 10 kali lipat lebih banyak.”

“Saya sedih sekali melihat suporter yang tidak tahu kenyataannya, seperti Anda. Saya mencari pembeli untuk Palermo, tapi tidak mudah menemukan orang yang akan datang dan tahu mereka akan kehilangan banyak uang. Saya tak lagi memiliki uang untuk dibuang. Saya mencari jutawan Arab, China, atau Rusia yang dapat melakukannya. Sementara saya melanjutkan pekerjaan untuk membawa Palermo ke baris kedua Serie A di belakang klub-klub besar, bahkan kalau itu artinya disebut inkompeten oleh seseorang seperti Anda.”

“Begini ya, saya adalah seorang pebisnis andal yang telah menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, bukan di sepakbola, dan saya ingin menciptakan ribuan lagi. Kalau saya pergi hari ini Palermo akan ditinggalkan sebagai klub tanpa utang dan neraca keuangan seimbang. Bertahun-tahun lalu saya meninggalkan Venezia pada situasi serupa, tanpa utang, tapi setelah empat tahun mereka kemudian bangkrut!” bebernya.