Berita MotoGP : 2 Perubahan Bikin MotoGP Lebih Seru di Tahun 2016

2 Perubahan Bikin MotoGP Lebih Seru

Pundisports.com – Berita MotoGP : Promotor MotoGP Dorna membuat dua perubahan penting dalam balapan MotoGP 2016. Pertama adalah perubahan pemasok ban dari Bridgestone ke Michelin. Perubahan ini karena Bridgestone tak memperpanjang kontraknya dengan Dorna.

Perubahan kedua adalah pemberlakuan Electronic Control Unit (ECU) atau Unit Kontrol Elektronik. Jika pada musim sebelumnya tim MotoGP bebas mengembangkan ECU sendiri-sendiri, pada musim depan mereka akan menggunakan ECU yang sama yang dipasok oleh Magnetti Mirelli dan dikembangkan bersama tiga pabrikan besar, Yamaha, Honda, dan Ducatti.

Kebijakan perubahan ini dilakukan Dorna untuk memperkecil jarak antara tim pabrikan dan tim di kelas terbuka. Tujuannya agar dalam balapan tercipta persaingan yang lebih sengit sehingga dapat memberikan tontonan yang lebih seru bagi para penggemar MotoGP di seluruh dunia.

Pembalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dan rivalnya pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, sudah mencoba motor mereka dengan menggunakan dua komponen baru ini.

Soal Michelin, Marquez mengatakan bahwa ban ini memiliki karakter yang sangat berbeda dengan Bridgestone. Ia mengatakan bahwa Michelin memiliki keunggulan di ban belakang, tetapi memiliki kelemahan di ban depan. Sementara Bridgestone sebaliknya.

“Di Aragon (dengan ban Bridgestone) kami punya banyak masalah dengan ban belakang. Setelah 10 putaran, bannya benar-benar hancur. Ban depan lebih bagus, tidak begitu buruk. Sementara sekarang, ban depanlah yang sulit dipahami,” ujarnya usai mencoba ban Michelin di sirkuit Valencia Selasa, 10 November kemarin.

“Kita melihat banyak pembalap yang terjatuh karena tidak ada peringatan. Anda merasa segalanya berjalan baik-baik saja. Bahkan dengan satu menit 31,5 detik yang bagus, Anda merasa bisa jauh lebih cepat lagi. Tentu saja sekarang Anda harus lebih mengurangi tekanan terhadap ban depan. Dengan Bridgestone, ban depannya luar biasa. Michelin luar biasa di belakang,” lanjut Marquez.

Sepakat dengan Marquez, Rossi menganggap penggunaan ban Michelin ini membuat timnya harus lebih bekerja keras. Ban Michelin, menurut dia, memiliki kelemahan terutama saat memasuki tikungan. Padahal, motor Yamaha YZR-M1 dikenal memiliki keunggulan saat menikung.

“Bagi saya, kami harus bekerja lebih keras karena sepertinya dengan ban Michelin kami memiliki lebih banyak masalah. Terutama saat memasuki tikungan dan distribusi beban motor. Ini memang baru langkah awal, tetapi ini tidak terlalu buruk karena kami mampu memangkas satu detik dari hasil tes Selasa,” ujar Rossi usai menjalani tes di sirkuit Valencia Rabu kemarin.

Soal perubahan ECU, keduanya sepakat hal itu membuat laju motor seperti mundur beberapa tahun ke belakang. Rossi mengatakan, masalah ECU ini akan menjadi salah satu masalah besar dalam balapan musim depan. Pasalnya, ECU baru itu membuat motor lebih sulit dikendalikan dan secara otomatis akan memperlambat motor.

“Saya sudah mencoba perangkat elektronik untuk tahun depan, dan itu akan menjadi masalah besar. Maksud saya, kami seperti melakukan lompatan ke masa lalu. Terasa seperti perangkat motor yang kami gunakan pada 2008-2009,” ujar Rossi.

Senada dengan Rossi, Marquez mengatakan bahwa timnya sudah melakukan pengetesan ECU baru itu dengan menggunakan motor yang digunakan pada musim 2015. Hasilnya, motor Honda RC213V tunggangannya tak berlari seperti sebelumnya. Jika pada kualifikasi seri MotoGP Valencia akhir pekan lalu dia berhasil mencatatkan waktu 1 menit 30,499, dengan ECU baru dia hanya bisa menembus waktu 1 menit 31,060 detik.

“Kami mencoba dengan motor 2015, kami sudah menghabiskan banyak waktu, dan kami harus menghabiskan lebih banyak waktu karena sepertinya kami mengalami kemunduran. Sangat sulit untuk kembali ke level yang sama,” ujar Marquez.

Baik Rossi maupun Marquez sepakat bahwa ECU baru ini memiliki masalah pada akselerasi, kontrol traksi, dan distribusi torsi.

Engine brake dan terutama akselerasi, anti-wheelie, kontrol traksi. Semuanya lebih buruk, tetapi kami berharap semuanya akan baik-baik saja,” ujar Rossi.

“Kami mencoba memperbaiki terutama pada sisi akselerasi, kontrol traksi, dan distribusi torsi. Juga hubungannya dengan konsumsi bahan bakar. Kami juga sudah mencoba ECU baru menggunakan mesin 2016, tetapi sejujurnya sangat sulit untuk memberikan hasil yang baik karena kami masih harus memperbaiki perangkat lunak yang ada,” ujar Marquez.

Sumber : Tempo

 


BUKTIKAN !! di Agen Bola Piala Eropa jika Anda adalah salah satu pundukung team anda.